TektokGunung Burangrang Via Legok Haji. r3nd, pada 12 Maret 2022, 15.12 di Cari teman jalan. Start: 20 Maret 2022, 5.00. Tektok nyantai, Burangrang Via Legok Haji. Start dari leuwi panjang (rumah saya disana) hari minggu jam 05.00 ato jam 06.00. saya naik motor ke TKP nya. GunungBurangrang via Legok Haji Kembali Dibuka, Ini Syarat Mendakinya. 26 November 2021. Jalur pendakian Gunung Burangrang via Legok Haji resmi dibuka kembali mulai Jumat, 26 Juni 2020. Gunung yang berada di Bandung Utara, Jawa Barat dengan ketinggian 2.050 meter di atas permukaan laut (mdpl) itupun menerapkan persyaratan yang MendakiGunung Burangrang via Legok Haji. 4 Februari 2020 07:07. Denmas. Catatan Perjalanan. (Mounture.com) — Gunung Burangrang yang terletak di Cisarua, Bandung Utara, Jawa Barat merupakan salah satu destinasi wisata alam yang patut dikunjungi. Gunung dengan ketinggian 2.064 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu merupakan gunungapi yang Vay Tiền Nhanh. sumber gambar denden2353 instagram Gunung Burangrang merupakan salah satu sisa dari hasil letusan besar Gunung Sunda di Zaman Prasejarah. Ketinggian dari Gunung Burangrang mencapai sekitar meter diatas permukaan laut. Gunung ini adalah gunung api mati yang terdapat di Pulau Jawa. Lebih tepatnya letak Gununh Burangrang berada di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung, Jawa ini berada di selatan Gunung Tangkuban Perahu. Untuk menuju ke Gunung Burangrang sebenarnya ada 4 jalur yaitu Legok Haji, Pasir Kuning, Komando, dan Masjid. Namun jalur Komando dan Masjid sudah ditutup dan tidak dipergunakan lagi. Hanya bisa melalui jalur Legok Haji atau Pasir Kuning. Transportasi menuju Gunung Burangrang Untuk menuju Desa Pasirlangu tidak tersedia angkutan umum. Namun ada beberapa angkot yang melayani rute dari Kota Cimahi dan Bandung Barat menuju Sekolah Polisi Negara SPN berdampingan dengan pasar Cisarua. Tempat ini merupakan pemberhentian paling dekat dengan Legok Haji. Setelah sampai di SPN, para pendaki bisa menumpang mobil bak terbuka atau menyewa ojek di sekitar pasar untuk menuju Pasirlangu. Namun jika menggunakan kendaraan pribadi, bisa melewati ruas Jalan Raya Cimahi sebelum kemudian berbelok ke Jalan Kolonel Masturi. Postingan Direkomendasikan Setelah sampai di SPN para pendaki bisa masuk ke jalan pasar dan berbelok ke kanan mengikuti arah menuju jalur Pasirlangu. Pendakian Gunung Burangrang sumber gambar gungun_gunawan49 instagram Basecamp Legok Haji merupakan sebuah warung yang terletak di ketinggian meter diatas permukaan laut. Untuk menuju basecamp ini para pendaki bisa menggunakan kendaraan roda dua, dengan biaya parkir sebesar Rp. per motor. Namun jika para pendaki membawa mobil bisa parkir mobil di rumah warga sebelum memasuki basecamp. Biaya simaksi pendakian para pendaki hanya perlu membayar seikhlasnya saja per orang. Jalur Legok Haji memiliki 4 pos pendakian di sepanjang jalurnya. Dari basecamp kurang lebih 25 meter terdapat percabangan jalur, dimana jalur tersebut jika ke arah kanan akan menuju Curug Cipalasari. Jika menuju ke arah kiri ke jalur pendakian Gunung Burangrang. Setelah berjalan selama 5 menit dari basecamp, para pendaki akan tiba di area Tanah Mati. Tempat tersebut sering di gunakan sebagai perkemahan dengan tanaman hijau di kanan dan kiri area. Kemudian setelah berjalan selama 22 menit, tibalah di pos 1. Di sepanjang jalur pendakian via Legok Haji ini para pendaki tidak akan menemukan shelter. Penanda dari pos 1 ini yang berupa papan kayu dengan bertuliskan pos 1. Jalur menuju pos 1 vegetasi belum tampak rapat dengan trek yang masih landai dan tidak terlalu menanjak. Setelah itu lanjutkan perjalanan menuju pos 2. Untuk menuju pos 2 sudah mulai tampak tanjakan-tanjakan yang ringan. Ciri dari tanjakan Gunung Burangrang memiliki khas yaitu berada diantara akar-akar pepohonan. Di jalur ini vegetasi tanaman sudah nampak rapat dan sudah mulai masuk ke dalam hutan. Waktu tempuh dari pos 1 menuju pos 2 yaitu sekitar 15 menit. Sayangnya tidak terdapat lahan untuk digunakan mendirikan tenda dan beristirahat baik di pos 1 maupun pos 2. Lanjutkan perjalanan menuju pos 3. Waktu tempuh dari pos 2 menuju pos 3 hanya sekitar 30 menit. Mulai dari pos 2 menuju pos 3 menuju pos 4 tidak terlihat pemandangan, hanya ada jalur yang terus menanjak diantara akar-akar pohon. Sebaiknya para pendaki harus lebih berhati-hati karena jalurnya licin. Saat melintasi jalur pendakian terdapat beberapa titik yang rawan sekali terpeleset sebab di perkirakan banyak para pendaki menjadikan jalur tersebut untuk perosotan ketika turun dari puncak gunung. Hal ini menyebabkan jalur tersebut menjadi rusak dan licin. Akibatnya para pendaki yang hendak naik menjadi kesusahan. Sebaiknya para pendaki tidak melakukan perosotan ketika hendak turun dari puncak gunung. Kemudian lanjutkan perjalanan menuju pos 4. Setelah berjalan sekitar 35 menit tibalah para pendaki di pos 4. Pos 4 ini merupakan sebuah area datar namun tempat ini tidak terlalu luas sehingga tidak cocok untuk beristirahat. Tempat ini hanya bisa mendirikan 1 tenda. sumber gambar sidiklsmn instagram Lanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Burangrang. Dari pos 4 menuju puncak memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Di beberapa titik menuju puncak treknya landai namun di sisi sampingnya terdapat jurang yang dalam, berhati hatilah jika melintasi jalur ini. Dan akhirnya para pendaki tiba di puncak Gunung Burangrang. dari basecamp menuju puncak hanya memerlukan waktu sekitar 3 jam perjalanan. sumber gambar gugun_gunawan49 instagram Puncak gunung ini di tandai dengan tugu yang bewarna merah putih. Di atas puncak terdapat pemandangan Gunung Tangkuban Perahu dan tampak terlihat awan yang mengelilingi gunung. Puncak Burangrang ini hanya berupa tanah lapang seluas lapangan badminton. Tidak jauh dari tugu tersebut terdapat sebuah prasasti penanda batas wilayah Bandung Barat dengan Purwakarta. Puncak Gunung Burangrang terdapat juga jalur persimpangan Pasir Kuning. Jika ingin turun dari puncak arah kanan menuju jalur Pasir Kuning dan arah kiri menuju jalur Legok Haji. Di puncak terdapat area camp hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 3 menit untuk menuju area tersebut. Namun meskipun bisa untuk camp jalur menuju ke arah tersebut berkabut dan sangat riskan karena kanan dan kiri jalur terdapat jurang. Bandung Barat - Gunung Burangrang di Jabar begitu menarik buat didaki. Gunung dengan hutan yang rimbun ini pun seringkali menjadi lokasi latihan Perahu sudah terkenal sebagai destinasi wisata di sekitar Bandung, tapi tak demikian halnya dengan Burangrang. Meski bertetangga, Burangrang relatif kurang populer, termasuk sebagai kawasan yang diincar para pendaki ketinggian mdpl, Burangrang merupakan gunung api mati yang berada di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dengan Purwakarta. Gunung ini menjadi bagian dari rangkaian pegunungan purba seperti Gunung Tangkuban Perahu dan Gunung Bukit Tunggul yang terbentuk dari sisa letusan Gunung Sunda Purba zaman prasejarah yang membentuk cekungan mangkuk Bandung Raya. Jika didasarkan dari legenda turun menurun, perahu yang ditendang Sangkuriang konon berubah jadi Tangkuban Perahu. Nah Burangrang ini berasal dari sisa batang kayu yang dilempar oleh Sangkuriang yang marah karena gagal menikahi ibu kandungnya.Muhammad Idris/detikTravelHutan kedua gunung bertetangga ini saling sambung menyambung, menciptakan lembah luas, hutan yang masih perawan di antara kedua puncaknya. Hutan lebat di lereng Burangrang akan terlihat sangat jelas saat melewati Tol Cipulang selepas Padalarang atau setelah KM pekan lalu mencoba melakukan pendakian Burangrang via Legok Haji yang notabene merupakan jalur tercepat menuju puncak. Dua jalur lainnya yakni Pos Komando dan Panheotan di mana masing-masing jalur tersebut memiliki karakteristik yang sendiri seringkali dipakai untuk latihan perang maupun survival pasukan Kopassus. Jangan heran jika di tengah hutan belantara ini, kerap terdengar letusan senjata api dan bom yang bersahutan pada saat-saat tertentu.Muhammad Idris/detikTravelNah, di Legok Haji, jangan bayangkan pendakian Burangrang seperti destinasi pendakian pada umumnya. Jalur pendakian yang masuk kawasan Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua ini tak memiliki basecamp resmi. Selain itu, tak ada papan petunjuk resmi yang menunjukkan tempat pendakian. Sehingga pendaki harus bertanya kepada warga sekitar untuk pendakian ke puncak Burangrang di Legok Haji sebenarnya merupakan jalan yang biasa dipakai untuk trek motor trail ke hutan Perhutani. Pendaki bisa mendaftar dan menitipkan kendaraan pada warung makan yang dikelola warga sekitar dengan tarif Rp pinus dan semak belukar sepanjang 2 kilometer jadi etape pertama yang bisa dilahap pendaki sebagai pemanasan sebelum trek menanjak sesungguhnya. Jangan salah, meski tingginya hanya mdpl, Burangrang termasuk sebagai gunung yang kurang ramah untuk pemula. Sebaiknya pendaki menggunakan celana dan kaos panjang serta penutup kepala, lantaran banyak tanaman berduri tajam dan gatal di trek pendaki, butuh setidaknya sejam perjalanan mencapai vegetasi hutan padat berlumut selepas semak belukar yang sedikit menanjak. Lantaran belum terkelola dengan baik, tak ada pos peristirahatan resmi di sepanjang jalur Burangrang. Namun begitu, ada beberapa penunjuk arah ke puncak yang dipasang di beberapa persimpangan agar pendaki tak trek pertama, pendaki menemui jalur semakin menjadi-jadi. Sepanjang jalur Legok Haji merupakan trek menanjak dengan kemiringan 60-80 derajat. Jalanan licin serta pohon tumbang, membuat kaki sulit menemukan pijakan yang pas. Beberapa tanjakan bahkan terpaksa dilewati dengan jongkok maupun Gunung Burangrang Muhammad Idris/detikTravelSetelah menempuh perjalanan selama 3 jam, barulah pendaki bisa menemukan batas vegetasi di mana sinar matahari tak lagi tertutup lebatnya hutan. Sepanjang jalur menuju puncak ini, treknya terbilang landai. Mata sangat dimanjakan pemandangan Kota Bandung di selatan dan hiruk pikuk Purwakarta di sisi utara. Jika cuaca sedang baik, mata bisa menerabas jauh hingga Waduk Cirata di Barat jalan menuju puncak ini pula, jurang menganga bisa ditemui di kiri-kanan jalan setapak yang lebarnya tak sampai setengah meter. Selanjutnya, pendaki hanya perlu menaiki trek berbatu hingga ke puncak di puncak Burangrang Muhammad Idris/detikTravelPuncak Burangrang sendiri hanya berupa tanah lapang seluas lapangan badminton yang ditandai sebuah tugu berkelir putih merah dengan ketinggian 2 meter. Tak jauh dari tugu, terdapat pula sebuah prasasti penanda batas wilayah Bandung Barat dengan pendaki akan mendirikan tenda untuk menginap di tanah lapang tersebut. Saat cuaca tak berkabut, keindahan Situ Lembang bisa tampak jelas dari puncak batas wilayah Bandung Barat dengan Purwakarta Muhammad Idris/detikTravelCara ke sanaTak tersedia angkutan umum untuk mencapai di Desa Pasirlangu. Ada beberapa angkot yang melayani rute dari Kota Cimahi dan Bandung Barat menuju Sekolah Polisi Negara SPN, yang jadi pemberhentian paling dekat dengan Legok Haji. Salah satunya angkot yang menuju langsung ke Stasiun Cimahi. Dari SPN yang berdampingan dengan Pasar Cisarua ini, pendaki bisa menumpang mobil bak terbuka atau menyewa ojek di sekitar pasar menuju menggunakan kendaraan pribadi, bisa melewati ruas Jalan Raya Cimahi sebelum kemudian berbelok ke Jalan Kolonel Masturi. Sampai di SPN, pendaki tinggal masuk ke jalan pasar dan berbelok ke kanan mengikuti arah jalan menuju Pasirlangu. idr/krn Facts Photos Bagging It! Burangrang is the westernmost of the 2000-metre high peaks north of Bandung. Along with Tangkuban Parahu and Bukittunggul it is the remnants of the ancient Mount Sunda. Burangrang makes an excellent ridge walk and is a very popular mountain given its proximity to the city of Bandung. It is also rather challenging in places. There are two main routes up onto the ridge – from the east at the col known as Pintu Angin and from the south at the tiny village of Legok Haji. At over 1,500m above sea level, Pintu Angin separates Burangrang from neighbouring Tangkuban Parahu. There is a stony track leading from Parompong all the way up to the col and beyond to the beautiful lake of Situ Lembang. Unfortunately this area is used for military exercises and is often closed. Even hikers wishing to climb Burangrang are now asked to request permission’ from Indonesia Special Forces in advance. Therefore it is much better to climb from the south at Legok Haji and either descend the same way or simply claim ignorance at the small building when you descend to Pintu Angin! To get to Legok Haji 1,235m, it is best to take an ojek for the short 3 or 4 km trip from Cisarua. The trail starts at the end of the village track and leads up to the right past some graves and up along a delightful grassy ridge offering a fabulous panorama in all directions. The friendly villagers will point you in the direction if you are lost. After less than an hour you will enter the forest at about 1,450m and encounter a few steep, muddy sections of trail where the use of your hands is required. There are a couple of flattish areas suitable for camping Pos 1 – 1,618m, and Pos 2 – 1,742m but there isn’t much point considering this trail leads directly up to the highest point of the Burangrang ridge and you can be at the top in 2-3 hours total. Just before the summit is an area of recent landslide. Take care both here and on the summit ridge itself as the drops are often several hundred metres! Finally you will reach the grassy top crowned with one of the largest summit pillars in Indonesia. The panorama is superb – Kawah Sunda Purba the ancient Mount Sunda crater to the north, the lake of Situ Lembang visible to the Northeast and the outskirts of the city of Bandung to the south. There is enough space for one tent next to the summit pillar but a better place is just three minutes walk east along the ridge just before a small memorial, presumably to a local climber. This second spot is large enough for 2 or 3 tents and offers even better views of Situ Lembang lake. You can return to Legok Haji in two hours or if you’re feeling adventurous you can explore the eastern part of Burangrang ridge and descend to Pintu Angin. However do be aware that getting an ojek from Pintu Angin is pretty much impossible and you would have to walk for another hour to the ojek post at the end of the stony track in Parompong. After the small memorial stone the ridge descends steeply and suddenly and there is even a short section where you can use a thin rope to help you. The views here are fabulous – a sheer drop on the northern side offering excellent views of other minor peaks that are part of the same mountain range. Beyond the rope section the trail ascends to Burangrang’s eastern top approx. 2,033m, although the main trail actually circumnavigates it. After the eastern top, the trail is steep and muddy as you head down via numerous minor tops to eventually find yourself in pine woodland 1,606m at the base of the mountain. From here head out to the stony track at Pintu Angin 1,533m and walk down towards Parompong where you will be able to find an ojek back into Bandung. Bagging information by Daniel Quinn November 2011 Trail Map For a high quality PDF version of this and other trail maps, please download from our Trail Maps page. Local Accommodation Practicalities Getting there For Legok Haji, head from Bandung to Cimahi and turn up the hillside towards Cisarua. From Cisarua take an ojek or drive along the final 4km of village tracks to Legok Haji difficult to find parking spaces here. For Pintu Angin, drive from Bandung to Parompong and the up the stony track which leads all the way to Situ Lembang lake. Angkots are also available to both Cisarua and and GPS Tracks Want a PDF version for your phone? Looking for a guide? Need GPS tracks and waypoints? Gunung Burangrang information pack can be downloaded planning assistance Would you like Gunung Bagging to personally help you in arranging your whole trip? Please contact us You are supposed to request permission in advance if climbing from Pintu Angin. No permits or official permission required if you hike from Legok Haji so it’s a much better starting sources No water sources found – take enough with you. Local Average Monthly Rainfall mm Location Links and References Wikipedia Indonesia

gunung burangrang via legok haji